Sabtu, 17 Maret 2012

Cinta Kasih dalam Kehidupanku

Cinta kasih atau kasih sayang memiliki makna yang luas, kasih sayang dapat dirasakan seseorang dari mulai ia terlahir dibumi hingga ia mati. Kasih sayang tidak hanya dirasakan pada dua orang yang saling mencintai saja, namun pada Tuhan, sebuah keluarga, pertemanan, dan lainnya.

Semua orang pasti ingin selalu merasakan hal tersebut. Efek kenyamanan dari kasih sayang tersebutlah yang selalu membuat orang ingin merasakannya, karena pasti ia merasa bahagia.

Menurut saya pribadi hal tersebut sangat berpengaruh dalam hidup saya. Dari mulai kasih sayang yang diberikan oleh orang tua saya. Tanpa kasih sayang mereka saya merasa hampa, sedih dan tak bersemangat. Pengorbanan yang telah mereka berikan itu sangat berarti, dan membuat saya semakin berani untuk berjuang hidup demi kebahagian mereka.



Lalu kasih sayang dari keluarga besar lainnya. Jikalau orangtua sedang tidak bersahabat dengan saya, maka keluarga besar itulah yang dapat memotivasi saya untuk tetap selalu harus merasa bahagia dan semangat.

Dan terakhir kasih sayang dari teman-teman sekeliling saya. Terkadang pasti seluruh anggota keluarga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Nah, pada saat itulah teman memang selalu sangat dibutuhkan. Mereka terkadang menyayangi kita lebih dari keluarga kita sendiri. Dalam hidup saya, peran teman itu sangat penting. Saya merasa sangat berdosa jika saya menghancurkan impian mereka dalam sekejap. Saya akan berusaha melakukan hal baik demi kebahagiannya.

Namun sebenarnya masih ada lagi cinta kasih yang menurut saya sangat besar pengaruhnya, dan sangat kuat bagi hidup saya. Yaitu cinta kasih yang diberikan Tuhan untuk kita. Dia lah Zat Yang Maha Segalanya. Takkan tertandingi cintanya kepada kita. Seburuk-buruknya takdir yang ia berikan, semata-mata hanya ingin membuat hambanya merasa bahagia yang sangat luar biasa. Ketiga hal diatas lah yang Tuhan persembahkan kepada kita. Mereka lah perantara kabahagian yang telah Tuhan Berikan kepada kita.

Saya memang tak terlalu banyak mengetahui tentang cinta kasih atau kasih sayang. Namun dari apa yang saya tulis diatas itulah arti atau makna cinta kasih atau kasih sayang yang selama ini saya rasakan.

Senin, 28 November 2011

Lapisan sosial dan Kesamaan Derajat

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Dalam masyarakat indonesia terdapat berbagai macam pelapisan sosial yang bisa kita temui. Baik diukur melalui kekayaan, kehormatan dan ilmu pengetahuan yang di milikki seseorang. Berikut penjelasan mengenai definisi pelapisan sosial itu sendiri beserta penggolongannya :

Definisi Pelapisan Sosial
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan

Pengertian Masyarakat
1. Dalam arti Luas : Masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.
2. Dalam arti sempit : Masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dansebagainya.
  • Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan :
Masyarakat perkotaan disebut juga "urban community". pengertiannya sendiri ditekankan pada sifat-sifat serta ciri-ciri kehidupannya yang sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan. contohnya dalam keadaan kegiatan mereka, keperluan mereka, cara mereka berpakaian, jenis makanan yang mereka makan dan lain sebagainya.